Ali's Share ZOne
share tentang pelajaran, realita, kegiatan dan organisasi, motivasi, saran-saran tempat wisata.
Rabu, 18 September 2013
Selasa, 30 Juli 2013
Lingkaran Setan kemiskinan
LINGKARAN SETAN KEMISKINAN DALAM PEMBANGUNAN
• Pengertian lingkaran setan kemiskinan dalam pembangunan
Pada awal pembangunan di Indonesia, beredar suatu teori yang sangat
terkenal mula-mula dikemukakan oleh seorang ahli ekonomi asal Swedia dan
penerima hadiah nobel untuk ekonomi, Ragnar Nurkse. Teori itu disebut
teori “Lingkaran Setan Kemiskinan”, terjemahan dari “Vicius Sircle of
Poverty” yaitu konsep yang mengandaikan suatu konstellasi melingkar dari
daya- daya yang cenderung beraksi dan beraksi satu sama lain secara
sedemikian rupa sehingga menempatkan suatu negara miskin terus menerus
dalam suasana kemiskinan. Teori itu menjelaskan sebab-sebab kemiskinan
dinegara-negara sedang berkembang yang umunya baru merdeka dari
penjajahan asing. Bertolak dari teori inilah, kemudian dikembangkan
teori-teori ekonomi pembangunan, yaitu teori yang telah dikembangkan
lebih dahulu di Eropa Barat yang menjadi cara pandang atau paradigma
untuk memahami dan memecahkan masalah-masalah ekonomi di negara-negara
sedang berkembang, misalnya India atau Indonesia. Pada pkoknya teori itu
mengatakan bahwa negara-negara sedang berkembang itu miskin dan tetap
miskin, karena produktivitasnya rendah. Kerana rendah produktivitasnya,
maka penghasilan seseoarang juga rendah yang hanya cukup untuk memenuhi
kebutuhan konsumsinya yang minim. Karena itulah mereka tidak bisa
menabung. Padahal tabungan adalah sumber utama pembentukan modal
masyarakat sehingga capitalnya tidak efisien (boros). Untuk bisa
membangun, maka lingkaran setan itu harus diputus, yaitu pada titik
lingkaran rendahnya produktivitas, sebagai sebab awal dan pokok.
Caranya adalah dengan memberi modal kepada pelaku ekonomi. Modal
tersebut berasal dari utang luar negeri. Dari sinilah maka pemerintah
terjebak dari teori itu. Dengan alasan tidak memiliki modal rupiah atau
devisa, maka pemerintah melakukan utang luar negeri. Dalam wacana
selanjutnya berdasar pengalaman negara-negara sedang berkembang muncul
teori mengkoreksinya. Menurut kami untuk memutus lingkaran setan
kemiskinan dari sisi supply yaitu dengan meningkatkan produktifitas yang
rendah tersebut sehingga penghasilan yang mereka dapat bisa meningkat ,
dengan meningkatnya penghasilan mereka maka sebagian dari penghasilan
tersebut dapat mereka tabung, denagn menabung maka investasi akan
meningkat dan modal akan menjadi efisien (tidak boros).
Menurut kami untuk memutus lingkaran setan kemiskinan dari sisi demand
yaitu dengan meningkatkan pendapatannya. Hal ini akan berdampak kepada
permintaan meningkat dan investasi juga meningkat maka modal menjadi
efisien. Dengan demikian produktifitas dapat meningkat.
Menurut kami untuk memutus lingkaran setan kemiskinan dari sisi
keterbelakangan sumber alam dan manusia yaitu dengan memutar
keterbelakangan itu sendiri , dengan begitu negara tidak keterbelakang.
Langganan:
Komentar (Atom)